Program Ahok

Ahok Cermati Percepatan Penyerapan Anggaran

Donatus Fernanda Putra , CNN Indonesia | Senin, 15/12/2014 18:57 WIB
Ahok Cermati Percepatan Penyerapan Anggaran Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di ruang kerjanya di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (9/12). CNN Indonesia/ Resty Armenia
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, menekankan pentingnya keberadaan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dalam proses pengadaan barang di lingkungan pemerintahan.

Menurut pria yang akrab disapa Ahok ini, peningkatan kapasitas LKPP akan mempercepat penyerapan anggaran pemerintah.

"LKPP bisa menjadi lokomotif penyerapan anggaran," kata Ahok saat menghadiri acara perayaan ulang tahun ke-7 LKPP di kawasan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (15/12).

Ahok berharap supaya ke depan LKPP dapat menambahkan lebih banyak item ke dalam e-katalog. Dengan semakin banyaknya item, maka proses pengadaan barang tidak akan berjalan lambat.

"Pembelanjaan barang segala macam bisa dipercepat," kata Ahok.

Bekas anggota Komisi Pemerintahan DPR ini juga sempat melontarkan kritik atas kebijakan LKPP yang mengharuskan mencari detail harga barang sampai ke ongkos produksinya. Hal ini dinilai Ahok akan memperlambat kinerja. Sebab untuk melihat harga produksi harus ke pabrik pembuat barang tersebut yang mungkin berada di luar negeri.

Menurutnya, untuk kasus ini bisa saja LKPP memasukkan harga yang ada di pasar Indonesia lewat toko-toko.

"Supaya LKPP Indonesia bisa seperti Malaysia yang punya ribuan item di e-katalog," kata Ahok.

Selain itu, menurut mantan Bupati Belitung Timur ini, penyerapan anggaran yang cepat bisa menjadi stimulus pembangunan perekonomian bangsa Indonesia. Ahok mencontohkan, biasanya pada Mei hingga Juni anggaran baru diumumkan sementara persetujuan masih harus menunggu beberapa bulan. Otomatis, pencairan pun akan terlambat dan pekerjaan pemerintah juga terhambat.

“Nggak heran sudah musim hujan kita baru mulai menggali selokan, itu karena memang prosesnya terlambat," kata Ahok.