Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Kamis (18/12) mengatakan, korban tewas itu terdiri dari 50 pria dan 35 wanita. Dari 85 korban tewas baru 62 orang yang bisa teridentifikasi. Sedangkan sisa korban lainnya belum dikenali.
"Tim SAR masih terus mencari 23 korban yang belum ditemukan," kata Sutopo dalam keterangan tertulisnya.
Sampai saat ini 1.308 jiwa masih tinggal di pengungsian di 10 posko pengungsi. Longsor Jumat (12/12) sore lalu menimbun 105 rumah dan merusak lahan pertanian milik warga. Longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur sejak siang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kecamatan Karangkobar merupakan daerah rawan longsor. Bencana serupa pernah terjadi pada tahun 2006 silam. Saat itu longsor melanda Desa Sijeruk Kecamatan Banjarmangu. Korban tewas mencapai 76 orang, 44 orang tak ditemukan.
Tanah longsor juga menurut Sutopo adalah bencana alam yang paling banyak menelan korban jiwa. Sepanjang tahun ini (sebelum longsor Banjarnegara) ada 248 orang tewas. Jumlah ini hampir 2/3 korban bencana alam di Indonesia.