“Sejauh ini belum ditemukan pelakunya. Detail kejadian juga belum kami ketahui. Namun kemungkinan besar pelakunya adalah pengedar narkoba yang merasa terganggu dengan razia narkoba kemarin,” kata Maruarar kepada CNN Indonesia, Jumat (19/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi hal itu, Maruarar mengatakan lengah mengantisipasi aksi vandalisme pascarazia. “Kami lupa minta penjagaan Polri usai razia narkoba. Padahal sudah dapat diprediksi ada pihak yang merasa dirugikan karena razia kemarin,” ujarnya.
Maruarar juga menilai penjaga keamanan di lingkungan UKI belum tangguh. Meski demikian ia menyatakan bakal terus maju melawan peredaran narkotik.
“Kami memang sudah ada kerjasama dengan Polres Jakarta Timur dan Badan Narkotika Nasional untuk menyisir jaringan narkoba di kampus kami,” kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat UKI Angel Damayanti.
Kerjasama itu dituangkan dalam bentuk penandatanganan nota kesepahaman dengan Kepolisian Daerah BNN pada 9 Desember.
Untuk diketahui, hasil penelitian BNN dengan Universitas Indonesia mengungkapkan sebanyak 800 ribu hingga 900 ribu pelajar dan mahasiswa menjadi pecandu narkotika. Jumlah itu 22 persen dari total pencandu narkotik di Indonesia yang mencapai 4 juta orang. Mirisnya, angka pengguna narkotik terus meningkat dari waktu ke waktu. (Baca BNN: Nyaris Sejuta Pelajar dan Mahasiswa Jadi Pecandu Narkotik)