"Waktu kami tidak panjang, harus kerja ekstra keras agar prediksi terburuk dapat diminimalisir," kata Djarot usai memimpin rapat koordinasi siap siaga dan antisipasi banjir di Jakarta, Jumat (19/12).
Hadir dalam rapat tersebut adalah perwakilan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kapolda Metro Jaya, Pangdam Jaya, serta para wali kota.
Djarot menekankan agar semua pihak dapat bekerja sama dan melupakan ego sektoral agar penanganan bencana banjir 2015 lebih baik dari tahun sebelumnya. Dia juga meminta seluruh pihak terkait bekerja dengan cepat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Tri Budiarto menyampaikan agar pemerintah daerah Jakarta dapat segera menetapkan status siaga darurat sejak awal Januari mendatang. Sedangkan saat tiba puncak musim hujan, yaitu tanggal 20 Januari, Jakarta sudah memasuki masa tanggap darurat.
Djarot pun menanggapi positif terkait permintaan dari BNPB ini. "Akan kami tetapkan, bahkan mungkin sebelumnya bisa tanggal 10 (Januari)," kata Djarot.
Djarot juga telah memerintahkan seluruh pegawai di lingkungan pemerintah Jakarta untuk aktif mengadakan kerja bakti membersihkan lingkungan sebagai mengantisipasi banjir. "Saya minta setiap hari Jumat dan Minggu ada kerja bakti membersihkan lingkungan termasuk saluran air," kata Djarot.
Pada hari Jumat, seluruh pegawai pemprov hingga tingkat kelurahan diharuskan mengadakan kerja bakti hingga pukul 11.00 WIB. Saat para pejabat tidak berkantor pada hari Minggu, mereka wajib ikut kerja bakti bersama warga di sekitar tempat tinggal.
Sinergi antara pemerintah dan warga dipandang penting dalam rangka antisipasi serta mengurangi dampak banjir. "Hujan itu sebenarnya berkah, tapi kalau salah mengelola jadi musibah," ujar Djarot.