"Para bupati meminta ada tambahan sekitar enam waduk. Waduk di NTT berfungsi bukan hanya untuk irigasi air namun juga listrik dan air baku," kata Jokowi sebagaimana dikutip dari laman setkab.go.id, Ahad (21/12).
Jokowi menjelaskan, penambahan waduk akan dimulai tahun depan sebagai upaya memudahkan warga NTT dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Untuk itu, penting bagi pemerintah pusat memfasilitasi pembangunan waduk tersebut. "Ini yang ke depan akan dikerjakan di Provinsi NTT terkait pengairan dan peternakan," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kerja sama dimaksud yaitu terkait pemenuhan kebutuhan masyarakat di setiap daerah. "Yang menjadi kelebihan di suatu daerah bisa diambil provinsi lain. Misal kelebihan ikan dan daging di NTT, bisa diambil dan dijual ke provinsi lain," kata Jokowi.
Jokowi juga menginstruksikan agar persoalan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal yang marak di NTT diselesaikan. Setelah mengunjungi NTT, Jokowi langsung bertolak menuju Atambua, Kabupaten Belu, yang merupakan daerah perbatasan Indonesia dengan Timor Leste.