Namun, dukungan publik tersebut tidak berbanding lurus dengan dukungan dari parlemen sebagai wakil rakyat. Saat ini, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dikuasai oleh partai Koalisi Merah Putih yang memposisikan diri berada di luar pemerintahan.
CEO Cyrus Network Hasan Nasbi menilai, hal itu bakal menyulitkan pemerintahan Jokowi di masa mendatang. Terutama saat harus berhadapan dengan DPR yang punya tugas pengawasan dan anggaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasan menekankan, hal tersebut juga dipengaruhi oleh tidak ada kontrol efektif terhadap partai politik. Jokowi merupakan Presiden yang diusung PDI Perjuangan, sementara pasangannya, Wakil Presiden Jusuf Kalla adalah politikus senior Partai Golongan Karya (Golkar).
Jika tidak segera diperbaiki, lanjut Hasan, pemerintahan Jokowi-JK rentan dikacaukan oleh parlemen. Bahkan oleh pendukungnya sendiri dalam beberapa tahun ke depan.
"Bulan madu enggak sampai dua tahun karena tahun berikutnya sudah memikirkan pemilu selanjutnya," ujarnya.