"Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun lalu. Saya mengimbau masyarakat untuk memeriksa label sebelum membeli," ujar Roy di kantor Balai Besar BPOM, Jakarta, Senin (22/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, angka produk pangan kedaluwarsa ini tidak setinggi hasil intensifikasi pangan yang BPOM lakukan jelang Ramadan dan Idul Fitri kemarin. Ketika itu, BPOM menemukan 104.587 kemasan yang telah basi. Jenis produk yang kedaluwarsa yang paling banyak ditemukan antara lain minuman dan makanan ringan, mie instan, dan susu UHT.
Menurut Roy, tingginya jumlah produk kedaluwarsa ini disebabkan jauhnya jarak antara sentra produksi dan pasar. Terlebih lagi, sulitnya akses transportasi membuat distribusi terhambat sampai tujuan.
Namun bila mengacu pada lokasi tersebut tidak sepenuhnya tepat. Nyatanya, dua wilayah di kawasan Indonesia barat dan tengah yaitu Yogyakarta dan Denpasar, masuk dalam daftar 16 besar daerah dengan temuan produk pangan kedaluwarsa terbanyak.