Menurut Jeirry model pengamanan yang selama ini terlalu mencolok dirasakan jemaat membuat kurang nyaman. “Secara psikologis malah mengganggu jemaat, jemaat merasa kurang khidmat dalam merayakan Natal dan beribadah di gereja,” ungkapnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jeirry menambahkan pengamanan perayaan Natal secara besar-besaran dengan model pengamanan yang mencolok dikhawatirkan akan menimbulkan pandangan menghabiskan biaya yang besar. “Tahun lalu dengan model pengamanan yang seperti itu menjadi sorotan karena biayanya tinggi,” ujar Jeirry yang lupa berapa besarnya anggaran yang dihabiskan Polri untuk pengamanan Natal.
Untuk pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru Kepolisian Republik Indonesia mengerahkan personel dalam jumlah yang sangat besar yaitu 145.756 anggota. Khusus untuk di wilayah Jakarta dan sekitarnya, Kepolisian Daerah Metro Jaya mengerahkan lebih dari 11 ribu personel.
“Kalau saya mengamati dalam beberapa tahun terakhir ini justru setiap perayaan Natal di Jakarta aman meski isu-isu menyangkut ancaman keamanannya paling banyak,” tambah Jeirry.