“Masyarakat kita yang ke sana, menjelaskan Indonesia seperti apa, dan mengajak mereka (ISIS) ke Indonesia,” kata Sutarman di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (23/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara terkait WNI yang pergi ke Suriah, mereka biasanya transit di negara lain seperti Malaysia dan Australia. Polri telah bekerjasama dengan negara-negara tetangga untuk mencegah keberangkatan para terduga teroris itu ke Suriah.
Belum lama ini, sebanyak 12 WNI diamankan Kepolisian Diraja Malaysia dan dikembalikan ke Indonesia karena diduga akan bergabung dengan ISIS. Mereka kemudian diperiksa di Mako Brimob dan kini sudah dipulangkan sebagian.
Kapolri mengaku belum tahu perkembangan terbaru dari pemeriksaan mereka. "Saya belum tahu apakah mereka ditetapkan status tersangka atau dilepas. Tapi kalau tidak bersalah, pasti akan dilepaskan,” ujar Sutarman.
Kepolisian punya waktu tujuh hari untuk melakukan pemeriksaan terkait pencegahan tindak pidana terorisme. Waktu tersebut sebenarnya sudah habis kemarin (22/12), tapi hingga saat ini belum ada kabar dari Polri mengenai nasib tiga orang di antara 12 WNI yang hingga kemarin belum dipulangkan.