Saidi adalah seorang muslim. Namun hari Natal ini turut memberikan kebahagiaan tersendiri baginya seperti layaknya kala dia merasakan suasana Idul Fitri.
"Enak kayak begini, jalanan lengang, ke mana-mana cepat. Ayo Bang, mau kemana ini?" kata Saidi dengan suara lantang saat dihampiri CNN Indonesia, Kamis (25/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Momentum libur panjang seperti saat ini menjadi suatu kesenangan tersendiri bagi Saidi. Selain bisa berkumpul bersama keluarga, jalanan lancar ibu kota menjadi semacam impiannya tersendiri. "Enak banget Jakarta, coba kalau kayak begini terus. Damai kita, gampang mau ke mana-mana. Kagak ada macet," ungkap bapak dua orang anak ini dengan logat Betawi kental di sela-sela perjalanan.
Ketika itu jarum jam menunjukkan pukul 09:00 WIB. Ruas Jalan Gatot Subroto ke arah Cawang yang biasanya disesaki kendaraan terlihat lancar. Sebenarnya cukup banyak kendaraan yang melintas, tetapi kondisinya lancar tanpa hambatan.
Halte-halte Busway yang terlewati tampak tidak terlalu penuh. Calon penumpang pun tampak tidak saling berebut memasuki transportasi umum yang katanya bebas hambatan itu. Satu keluarga besar terlihat di Halte Imigrasi, TransJakarta, saat motor Saidi melewatinya.
Seorang nenek berkerudung dengan tiga anak kecil bersama seorang ibu berjibab dan seorang pria 40 tahunan terlihat menenteng tas dan bungkusan berisi kotak makanan. Dengan diwarnai tawa mereka menaiki TransJakarta yang menuju ke arah Kebun Binatang Ragunan.
Kebahagiaan Natal terasa tidak hanya dirasakan oleh umat Nasrani. Lenyapnya kemacetan dan udara yang tak dipenuhi polusi membuat siapa pun warga ibu kota terasa menikmati suasana kotanya. “Memang enak banget kalau Jakarta sering-sering begini suasananya, nggak macet dan udaranya segar,” celetuk Saidi lagi.