Kepala rutan negara Kelas I Cipinang Asep Sutandar mengatakan saat ini rutan telah terlalu ramai dan penuh sesak dengan penghuni.
"Bayangkan saja, penghuni rutan ini ada sekitar 3.400 orang. Padahal semestinya kapasitas untuk 1.136 orang saja," kata Asep saat ditemui di Rutan Cipinang usai perayaan Natal bersama narapidana, Kamis (25/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebanyak 22 petugas harus mengawasi 3.400 orang. Padahal untuk di pintu masuk saja, dikerahkan sembilan petugas. Jumlahnya minim sekali," katanya.
Lebih jauh lagi, Asep mengatakan fasilitas kesehatan rutan juga dinilai tidak memadai. Hanya ada lima dokter yang ditugaskan untuk merawat ribuan narapidana. Ketika pasiennya banyak, katanya, para dokter tak akan mampu menangani semuanya.
"Selain faskes kami juga meminta rumah ibadah untuk diperbesar," katanya.
Dibalik keterbatasan tersebut, Asep merasa bangga dengan penanganan penyakit Tuberkulosis (TB) di rutannya. "Kami baru saja mendapat penghargaan dari walikota Jakarta Timur karena penanganan TB. Memang saat narapidana masuk ke mari, kami langsung cek apakah dia terkena TB atau tidak. Bila iya, sudah ada ruang isolasi untuk mereka," katanya.
Asep juga menjelaskan pihaknya telah menyiapkan kader kesehatan yang bernama SOS untuk berkeliling mengecek kesehatan narapidana.
"Setiap hari mereka keliling untuk cari yang batuk. Kalau ada indikasi TB, akan segera dikasih masker dan dibawa ke klinik untuk dipastikan," katanya.