Fauziah, pemilik usaha ikan kayu Cap Kapal Tsunami di kawasan Lampulo, Banda Aceh, Kamis, 18 Desember 2014. (CNN Indonesia/Safir Makki) |
“Kami awalnya setelah tsunami sempat tak tahu lagi mau kerja apa. Lalu kami diberi pelatihan dari NGO-NGO. Karena kebetulan dekat dengan TPI (Tempat Pelelangan Ikan), jadi kami banyak belajar tenyang pengolahan ikan,” katanya kepada CNN Indonesia, Kamis (18/12) pekan lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari usaha itulah nama Fauziah sebagai pebisnis ulung kian dikenal. Produksi ikan kayu yang dikreasikannya kini mendapat omzet hingga Rp 20 juta per bulan. Padahal, panganan yang perlahan menjadi salah satu buah tangan khas Aceh ini diawali hanya dengan modal Rp 500 ribu.
“Sekarang sudah ada yang dikirim ke Medan, Kalimantan dan Jakarta. Tapi baru berdasarkan pemesanan saja,” ujar Fauziah.
Kisah semangat usaha Fauziah pun sudah cukup mahsyur di telinga masyarakat Aceh. Bagaimana tidak, dari sekian banyak usaha kecil yang dilakukan oleh para korban tsunami, produk ikan kayu besutannya mendapat apresiasi langsung dari Pemerintah Aceh. Sejak dua tahun lalu, pemerintah Aceh mengorder ikan kayu cap kapal tsunami untuk dibawa oleh ribuan jamaah haji asal Nanggroe Aceh Darussalam.
“Diorder oleh Gubernur untuk dibagikan ke jamaah haji Aceh. Katanya ini jadi oleh-oleh makanan ciri khas orang Aceh. Jadi kalau di sana, bisa tetap nikmati makanan khas,” ujarnya.
Anak muda melihat koleksi produk pakaian di salah satu stan pameran Aceh Cloth Expo di Banda Aceh, Jumat, 19 Desember 2014. Aceh Cloth menjadi bagian wadah inovasi dan kreatifitas anak muda aceh yang ikut mendongkrak perekonomian Aceh. (CNN Indonesia/Safir Makki) |
Aceh Clothing, yang digelar untuk kedua kalinya, menawarkan produk-produk fashion dengan desain yang cukup menarik. Meski keberadaan Factory Outlet tidak terlalu menonjol di Banda Aceh, namun kehadiran brand-brand lokal di Aceh Clothing dapat menjadi indikasi tumbuhnya sektor ekonomi kreatif Aceh.
“Memang baru dua kali Aceh Clothing ini diadakan. Tapi selalu didatangi banyak pengunjung. Dari sini juga, kita bisa lihat kalau anak muda Aceh juga kreatif dalam bidang usaha,” ujar Achyar, pemilik clothing label Bujroe, yang mengusung desain simbol-simbol khas Aceh dalam produksi kausnya.
Fauziah, pemilik usaha ikan kayu Cap Kapal Tsunami di kawasan Lampulo, Banda Aceh, Kamis, 18 Desember 2014. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Anak muda melihat koleksi produk pakaian di salah satu stan pameran Aceh Cloth Expo di Banda Aceh, Jumat, 19 Desember 2014. Aceh Cloth menjadi bagian wadah inovasi dan kreatifitas anak muda aceh yang ikut mendongkrak perekonomian Aceh. (CNN Indonesia/Safir Makki)