Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Tatang Kurniadi mengatakan ada dua bagian pesawat yang bisa menjadi kunci ditemukannya QZ8501. Keduanya adalah Emergency Locator Transmitter (ELT) dan Pinger.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Alat pendeteksi Pinger tersebut bisa dipasang dalam sebuah kapal laut, bernama sonar detector,” ujar Tatang di Kantor Otoritas Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.
Meski demikian, Tatang tak mau berpikir negatif tentang nasib QZ8501 beserta para penumpangnya tersebut. Dia ingin terus berpikir positif hingga pesawat benar-benar ditemukan fisiknya.
Secara terpisah, Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan JA Barata mengatakan, Pinger dan ELT bisa bertahan cukup lama setelah jatuh di darat atau laut. “Pinger memiliki baterai yang tahan hingga sebulan,” kata dia.
Misalkan AirAsia tersebut meledak di udara, ELT dan Pinger tidak akan ikut hancur. Kedua alat tersebut akan terlontar jauh dari tempat pesawat meledak. “Mereka tertanam di tempat yang cukup dalam di pesawat, dan akan langsung terlontar saat terjadi ledakan,” ujar Barata.
ELT dan Pinger merupakan dua alat utama yang bisa menjadi kunci untuk menemukan QZ8501. Saat ini sejumlah alat berat telah dikerahkan untuk melakukan pencarian di lokasi hilangnya pesawat. Pencarian dilanjutkan besok pagi karena gelap malam menyulitkan proses pencarian.