Irianto meminta untuk menggeserkan posisi pesawatnya ke kiri dari jalur terbang dan menaikkan ketinggian dari 32 ribu kaki ke 38 ribu kaki.
Tindakan itu dilakukan Irianto, berdasarkan data percakapan yang terekam pihak ATC, untuk menghindari awan tebal yang tepat menutupi jalur penerbangannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sesaat setelah meminta izin menaikkan ketinggian, pesawat QZ8501 lantas tak terdeteksi radar. Saat itu berdasarkan data cuaca, kata Djoko, memang tak bagus. "Banyak awan kumulonimbus," ucapnya.
Baru pada pukul 06.17 di layar hanya tampak sinyal ADS-B. "Saat itu pesawat sekaligus hilang kontak dengan ATC," kata Djoko.
Setelah itu, pada pukul 06.18 pesawat hilang dari radar, hanya tampak flight plan track saja. Hingga saat ini lokasi keberadaan pesawat belum ditemukan. Pihak berwenang menyebut belum ada petunjuk baik dari tim pencari di darat maupun laut.