Dalam proses penyisiran, KN224 akan menitikberatkan arah kapal menuju sebelah kiri Zona V. Arah kiri dipilih dengan pertimbangan adanya tiupan angin barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah informasi penemuan serpihan pintu keluar darurat oleh KRI Bung Tomo, Kapten KN 224 Ahmad sempat mengeluarkan perintah kepada seluruh awaknya untuk bersiaga di sisi kanan dan kiri kapal. Tak lama kemudian, Komandan Operasi SAR KN 224 Charles Batlajery yang berada di kanan anjungan kapal berteriak melihat sebuah barang.
Ketika penyisiran dilanjutkan pukul 14.57 WIB, KN 224 kembali berhenti saat benda mirip balon berwarna merah lagi-lagi terlihat di sisi kanan kapal. Namun usaha anggota BSG menarik benda itu dengan tongkat sepanjang dua meter sia-sia.
Kapten Ahmad menuturkan, ombak tinggi dapat akan sangat membahayakan jika kapal dalam kondisi diam. "Sangat berbahaya, jadi kapal melaju saja," kata Ahmad.
Sepanjutnya pukul 16.30 WIB, tim BSG melihat sebuah bongkahan kayu yang berbentuk seperti koper mengapung di sisi kiri kapal. Serupa dengan dua penemuan sebelumnya, barang ini juga gagal dievakuasi.