Segala upaya dikerahkan, hingga akhirnya kepastian puing QZ8501 ditemukan dan telah dikonfirmasi kebenarannya Selasa (30/12) siang, puing itu adalah AirAsia nahas yang seharusnya sampai di Singapura Minggu pukul 07.00 WIB.
Ribuan personel dikerahkan, termasuk tim elite di setiap kesatuan, baik laut, udara dan darat. Dengan lokasi tragedi di laut, pasukan elite Marinir pun turun tangan mengerahkan tiga tim Pasukan Pengintai Amfibi (Taifib) yang merupakan strata tertinggi pasukan elite angkatan laut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tiga tim sebanyak 24 personel Taifib yang dikerahkan oleh TNI AL ini memiliki kualifikasi intai amfibi yang sebanding dengan brevet Komando dalam Koppassus dengan area khusus jelajah darat dan laut. Setidaknya, dari 500 siswa calon Taifib, biasanya hanya 50 orang saja yang lulus.
Meskipun telah mengerahkan tiga timnya dalam misi evakuasi ini, hingga sekarang tidak ada yang tahu pasti berapa jumlah tepatnya pasukan elite katak ini.
Demi mempercepat evakuasi, rencananya TNI AL seperti diinstruksikan Panglima TNI Moeldoko berencana menambah personel penyelam menjadi 47 orang yang bisa menyelam hingga kedalaman 30-40 meter atau sesuai dengan kontur dasar laut dimana QZ8501 jatuh, pada Rabu (31/12) pagi ini.
Julukan si 'Hantu Laut' layak disematkan kepada pasaukan Taifib milik TNI AL ini. Dengan kemampuan individu di atas rata-rata dan mampu cepat beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Kemampuan infiltrasi dan eksfiltrasi ke daerah musuh, free fall dengan sistem HALO dan HAHO, STABO/SPIE, berenang, menyelam, dan kemampuan bawah air sebagai combat swimmer melalui peluncur torpedo kapal selam menjadi kemampuan mutlak yang harus dimiliki pasukan elite ini.