Menurut Koordinator Misi Nanang Hengky Soeharto, Rabu (31/12), kapal ini punya misi melakukan pemetaan dasar laut. Tujuannya untuk menemukan objek di dasar laut karena teknologi di kapal ini memungkinkan serpihan di dasar laut bisa terdeteksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nanang memperkirakan butuh waktu sehari lebih untuk bisa menjangkau Sektor 4. Area pencarian bangkai pesawat ditetapkan seluas 121x174 km persegi. Di kawasan Sektor 4 tersebut, Nanang memperkirakan kedalaman laut mencapai 40 meter.
Beberapa ahli dilibatkan dalam pencarian ini meliputi ahli positioning, geofisika, robotik, hidrooceanografi, geologi, geodesi, dan hidrografi.
Hasil pemetaan bawah laut ini akan jadi dasar evakuasi badan utama pesawat. Hasil pemetaan ini kata Nanang akan diserahkan kepada Basarnas yang berwenang melalukan evakuasi badan utama pesawat.
Serpihan dan jenazah penumpang sudah ditemukan kemarin di Perairan Pangkalan Bun. Saat ini area pencarian serpihan dan jenazah oleh Basarnas dipersempit dari semula 13 sektor menjadi dua sektor.
Selain mencari serpihan dan jenazah, petugas saat ini juga mencari badan utama pesawat. Dua kapal yang akan diandalkan untuk mencari badan utama pesawat adalah kapal milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan kapal survei. Dua kapal ini punya teknologi pemetaan dasar laut untuk mencari badan utama pesawat.