Selain ribuan PNS itu, pelantikan juga dilakukan kepada para pejabat eselon II, III, dan IV di lingkungan Pemprov DKI. Menariknya, dalam struktur barunya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga memangkas sekitar 1400 jabatan struktural.
Sebelumnya ada 8.011 jabatan struktural dan kini tersisa 6.511 jabatan. "Kami kosongkan sekitar 1400 jabatan karena intinya adalah bagaimana melayani masyarakat bukan jabatannya," kata Ahok di Monas, Jumat (2/1).
Dihadapan ribuan PNS, Ahok juga menyampaikan bahwa dirinya akan bergerak cepat dan tidak akan memberikan kesempatan bagi para pejabat PNS ini untuk berdiam diri. Ini juga menjadi alasan mengapa Ahok memilih melantik para PNS di hari pertama kerja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jakarta butuh yang terbaik dari yang terbaik," ucap Ahok.
Di acara pelantikan ini secara resmi juga dilantik walikota di lima wilayah Jakarta. Dari lima wilayah, tiga diantaranya mengalami pergantian.
Walikota Jakarta Pusat diisi oleh Mangara Pardede. Mangara sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris DPRD. Walikota Jakarta Timur ditempati Bambang Musyawardana, sebelumnya ia menjabat sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD); sedangkan Walikota Jakarta Utara ditempati oleh Rustam Effendi yang sebelumnya menjabat sebagai Plt Walikota Jakarta Pusat.
Sementara untuk dua wilayah lain, Jakarta Barat dan Jakarta Selatan tidak ada pergantian walikota. Syamsudin Noor tetap menjabat sebagai Walikota Jakarta Selatan sedangkan Anas Effendi tetap menjabat sebagai walikota Jakarta Barat.
Sedangkan Tri Margianto dilantik sebagai Bupati Kepulauan Seribu yang baru. (sip)