Badan SAR Nasional menyatakan bangkai pesawat itu ditemukan semalam, Jumat (2/1). Ia lantas memaparkan kronologi penemuan bangkai pesawat QZ8501 yang diumumkan di hari ketujuh pencarian, Sabtu (3/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari sinyal sonar itu, Basarnas memerintahkan kapal Mahakarya Geo Survey (MGS) yang membantu pencarian badan pesawat, untuk menggeser lokasi pencarian dan merapat ke KRI Bung Tomo yang sudah ada lebih dulu di lokasi. (Baca selengkapnya aksi pencarian kapal MGS di tautan ini)
Saat ini Basarnas tengah menunggu gambar kedua objek tersebut seutuhnya dari kapal MGS yang sedang menurunkan Remotely Operated Vehicles (ROV) untuk mengambil gambar di bawah air.
Pengambilan gambar oleh ROV tersebut masih terkendala cuaca buruk. “Kami masih berjuang dengan kondisi gelombang yang cukup tinggi,” kata Soelistyo.
Sementara seluruh penyelam telah diperintahkan untuk menuju lokasi badan pesawat guna mencari jenazah korban QZ8501. Dari total 162 orang yang berada dalam pesawat, baru 30 yang telah ditemukan dan dievakuasi.
Basarnas berharap pencarian hari ini dapat membuahkan banyak hasil. Tim penyelam yang paling dekat dengan lokasi ialah dari KRI Banda Aceh. Ada puluhan penyelam lain yang sudah siaga menuju titik bangkai pesawat ditemukan. (agk)