"Itu kaitannya sama kegiatan ISIS, maka dalam rumusan analisa ancaman kewaspadaan terhadap ISIS masih mengemuka," ujar Hendropriyono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/1).
Menurut Hendropriyono, travel warning bukan datang dari AS saja. Tetapi dari dalam negeri sudah bisa dilihat bahwa mulai ada warga negara yang terpengaruh dan terbawa dalam arus perkembangan ISIS. "Kita lihat dan tahu sendiri, bukan karena ada warning dari negara-negara asing," kata Hendro.
Untuk itu, langkah antisipasi perlu diambil. Salah satunya dengan berpegang teguh pada konstitusi dan undang-undang dalam memproses warga negara yang terlibat dengan kegiatan ISIS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang kami tahu dan harus selalu pegang teguh adalah ancaman itu berbahaya terhadap bangsa. Karena kami anggap berbahaya, maka kami harus ambil langkah mencegah ancaman yang potensial menjadi ancaman nyata," ujarnya.
Meskipun tak menjelaskan alasan secara detil, Kedutaan menyarankan semua warga AS yang berada di Surabaya maupun di luar Surabaya untuk mendaftarkan nomor ponsel ke 99388 sehingga bisa mendapatkan peringatan dini dari Kedubes soal ada ancaman keamanan. (rdk/sip)