"Adanya permintaan macam-macam yang tak mungkin dipenuhi oleh DPP Partai Golkar hasil Munas Bali," ujar Bambang melalui pesan singkat, Selasa (8/1).
Ini merupakan satu dari lima alasan yang akhirnya membuat Bambang meminta Ical untuk membatalkan dan menghentikan kelanjutan dari perundingan islah diantara kedua kubu tersebut. (Link berita aku yang sebelumnya ditaro boleh kali yaaaa)
"Sebaiknya ketua umum Partai Golkar Aburizal Bakrie menghentikan perundingan, karena tidak gunanya lagi," tegas sekretaris fraksi tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perundingan 23 Desember lalu menyisakan dua hal yang belum dapat disepakati oleh pihak Aburizal Bakrie. Pertama adalah keluarnya Golkar dari Koalisi Merah Putih, dan mengenai teknis dari proses islah tersebut.
Sebelumnya, kubu Agung Laksono mengatakan keluar dari KMP menjadi harga mati bagi mereka. Hal tersebut disebabkan karena pembentukan koalisi tersebut hanya untuk pemilihan presiden beberapa waktu lalu. Pada saat pilpres selesai, menurut kubu Agung, Koalisi tersebut seharusnya sudah tidak ada lagi.
Selain itu, hal lain yang mendasari permintaan tersebut adalah tidak pernah ada dalam sejarah, Partai Golkar menjadi partai oposisi. Kendati demikian, Agung Laksono mengatakan keluarnya Golkar dari KMP bukan berarti langsung bergabung dengan Koalisi Indonesia Hebat. (sip)