Sistem tersebut dijalankan di ruangan Indonesia Mission Control Centre (IDMCC) kantor Pusat Basarnas, Kemayoran, Jakarta. Ruangan yang terletak di lantai 14 itu berisi belasan komputer yang dilengkapi dengan piranti lunak khusus untuk mendeteksi bencana di seluruh Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan pengamatan CNN Indonesia, di layar komputer ruangan IDMCC terlihat posisi, arah, dan tujuan kapal-kapal laut milik Basarnas yang bertugas dalam pencarian korban AirAsia QZ8501.
Jika tidak ada peristiwa besar terjadi, layar besar dalam ruangan IDMCC akan menampilkan peta Indonesia dan lokasi bencana yang sedang terjadi. Namun hari ini layar tersebut menampilkan peta Selat Karimata, lokasi pencarian dan evakuasi korban QZ8501.
Toha mengatakan, pada hari normal pengawas di IDMCC dapat memantau lebih dari sepuluh musibah yang terjadi di Indonesia.
"Musibah yang dipantau termasuk skala lokal hingga internasional. Tragedi QZ8501 kami masukkan ke dalam musibah skala internasional sebab terdapat korban warga negara asing," kata dia.
Pencarian korban QZ8501 saat ini memasuki hari kesepuluh. Total sudah 39 jenazah yang ditemukan. (utd/agk)