Mayor Penerbang Trinanda Hasan, penerjemah yang mendampingi tim Korsel ini menjadi saksinya. "Cara kerja mereka tertata sekali. Umur mereka mungkin baru 20-30 tahun, tapi cara kerjanya profesional sekali," kata Trinanda sesaat setelah mendarat kembali di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Trinanda baru saja mendampingi awak pesawat Orion yang berhasil kembali menemukan satu jasad.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain kecekatan personelnya, teknologi pesawat juga turut mendukung. P-3C Orion KN-01 menurut Trinanda memang tak muda lagi. Namun teknologi yang ada di dalam pesawat tersebut bisa dibilang mutakhir untuk mendukung misi pencarian.
Ketika melihat sesosok jasad, tim pencari dengan cekatan memberikan sinyal kepada kapal Malaysia, KD Kasturi, yang ada di dekat lokasi temuan. "Kami kontak dan langsung kasih tanda asap. Mereka (kapal Malaysia) langsung ke sana, kami pulang ke Halim," kata Trinanda.
Sebelumnya, Trinanda bersama tim Korea Selatan telah menemukan enam jenazah pada Jumat (2/1) lalu. Saat itu jenazah ditemukan masih terikat sabuk pengaman dalam satu deret kursi penumpang pesawat. (sur/obs)