"Saat ini para penyelam dari tim yang ada sedang bersiap melakukan penyelaman untuk memastikan apakah masih ada korban di bawah laut," kata Kepala Basarnas, Marsekal Madya FH Bambang Soelistyo, di Kantor Basarnas, Jakarta, Rabu (7/1).
Basarnas sebagai komandan operasi telah mengonfirmasi temuan ekor pesawat di perairan Selat Karimata oleh kapal GeoSurvey sekitar pukul 05.00 WIB. Soelistyo menjelaskan, kapal GeoSurvey menemukan ekor pesawat pada jam 5 pagi, yang dikonfirmasi dengan multibeam eco sounder dua jam kemudian.
Tim yang menemukan ekor pesawat tersebut kemudian melaporkan penemuan itu pada jam 10, 30 menit berselang Soelistyo menerima laporan konfirmasi bahwa ada tulisan "A, X, serta Air" pada ekor pesawat itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ekor pesawat QZ8501 ditemukan di sektor prioritas kedua yang terletak di sektor pencarian tambahan di Selat Karimata. Hingga saat ini, ekor pesawat masih berada di bawah laut. Evakuasi juga masih dilakukan.
Sementara itu, Tim SAR juga menemukan satu jenazah lainnya. Hingga hari ini, total sudah ada 38 jenazah yang ditemukan dan 16 di antaranya berhasil diidentifikasi. Sejumlah jenazah juga telah diserahkan kepada keluarga korban dan dimakamkan. (rdk/obs)