KNKT menyatakan telah berpengalaman dalam membaca beberapa flight data recorder (FDR) kotak hitam dari sejumlah pesawat yang mengalami kecelakaan.
"KNKT sudah punya laboratorium black box sejak 2009 dan memiliki ahli untuk membacanya. Di kasus Sukhoi, black box terbakar bisa kami baca, Lion saat tercebur di Bali juga bisa kami baca," tutur anggota Tim Investigator KNKT Nurcahyo Utomo di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kamis (8/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Teknik (membaca kotak hitam) sih sama saja, cuma black box kena air garam dan bisa karatan. Biar enggak bersinggungan dengan udara, harus direndam. Baiknya dengan air tawar," kata dia.
Adapun dua perangkat tersebut mampu merekam kegiatan penerbangan mulai dari komunikasi pilot dengan awak pesawat hingga data-data terkait jalur penerbangan dan posisi pesawat sebelum hilang kontak.
"Kabar yang beredar, black box AirAsia tahan bakar sampai 1.000 derajat Celsius dan tahan banting. Bahkan dibanting (dijatuhi beban) 2 ton enggak apa-apa," ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan pembacaan data kotak hitam pesawat akan ditugaskan ke KNKT. Kotak hitam AirAsia QZ8501 akan dibaca di Indonesia.
(obs)