"Jangan dikira jumlah kami kecil, kami siap kerahkan ribuan tukang ojek dari seluruh wilayah Jakarta bila peraturan ini tidak dicabut," kata Jauhari, salah seorang orator.
Sementara itu, Yanto, Sekjen Front Transportasi Jakarta mengatakan akibat kebijakan ini pendapatannya sebagai tukang ojek menurun drastis, sekitar lima kali lipat. Ilustrasinya, jika biasanya ia bisa mengantar penumpang setidaknya 10 kali di pagi hari sekarang hanya 2 kali saja.
"Kebanyakan penumpang kan habis turun dari stasiun terus minta diantar ke kantor-kantor. Mereka juga gak mau muter jalan belakang karena sudah keburu telat," ujar Yanto.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dua jalan dilarang saja menyusahkan apalagi ditambah," ucapnya.
"Prinsipnya sederhana, yang mau distop untuk motor itu yang jalur buswaynya sudah baik," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta. (sip)