Direktur Operasional Badan SAR Nasional, Marsekal Pertama SB Supriyadi, membenarkan adanya temuan tersebut. Dugaan kuat sinyal ping ini berasal dari kotak hitam pesawat AirAsia QZ8501 lantaran ada tiga kapal yang mendeteksi sinyal yang sama.
"Benar tiga sinyal yang sama diterima oleh kapal Baruna Jaya, Java Interior, dan GeoSurvey," kata Supriyadi kepada CNNIndonesia, Ahad (11/1).
Disampaikan oleh Supriyadi, sinyal ping ini dideteksi berada di sekitar lokasi penemuan ekor pesawat AirAsia QZ8501 yang berhasil diangkat tim operasi pada Sabtu (10/1) kemarin. "Lokasinya tak jauh di sebelah timur ekor pesawat," imbuhnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain berupaya menemukan kotak hitam, hari ini Basarnas juga tetap menjalankan operasi pencarian dan evakuasi korban pesawat AirAsia QZ8501. Kepala Basarnas, Marsekal Madya FHB Soelistyo menegaskan tim operasi akan berusaha semaksimal mungkin untuk menemukan korban.
Keinginan Basarnas untuk menemukan sebanyak-banyaknya jenazah korban QZ8501 sejalan dengan instruksi yang dikeluarkan Menteri Perhubungan, Ignasius Johan. Sebelumnya, mantan Direktur Utama PT. KAI itu pada kemarin petang menegaskan bahwa pencarian korban tetap harus menjadi prioritas operasi yang dipimpin oleh Basarnas.
(sip/sip)