Ia juga menjelaskan awalnya tim dari BPPT berencana mengirimkan piranti Remotely Operated Underwater Vehicle (ROV) untuk memastikan asal sinyal ping, namun belum sempat dioperasikan lantaran tim penyelam sudah siap di sasaran.
"Sebenernya kami mau mengirimkan ROV untuk memverifikasi, tapi karena penyelam sudah datang jadi belum bisa beroperasi. Kalau ada penyelam kan radius berapa harus kosong," kata Unggul usai menggelar jumpa pers di Jakarta, Minggu (11/1).
Menurut Unggul, posisi kotak hitam bisa bergeser setiap saat. Untuk itu para penyelam dari unsur TNI AL memiliki tugas guna memastikan betul lokasi dari benda yang diduga kuat sebagai kotak hitam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pagi tadi, Direktur Operasional Badan SAR Nasional, Marsekal Pertama SB Supriyadi menyampaikan hal serupa. "Ada sekitar 47 orang penyelam yang disiagakan dan sedang menuju sasaran," kata Supriyadi.
Sementara itu, Ketua KNKT Tatang Supriadi mengatakan pihaknya belum mendapat laporan terkait ditemukannya sinyal ping yang diduga dari kotak hitam pesawat AirAsia QZ8501.
"Kalau benar ditemukan kami bawa ke laboratorium KNKT di Jakarta untuk diproses," kata Tatang kepada CNN Indonesia.
Nantinya data rekaman percakapan pilot yang terekam dalam kotak hitam akan dianalisis oleh KNKT dan seluruh pihak terkait, termasuk Airbus selaku produsen pesawat. Sesuai peraturan penerbangan internasional Anex 13 Pasal 5 Butir 12D, rekaman suara kokpit ini tidak dapat dipublikasikan untuk umum. (sip)