Namun, meski tidak hadir rapat dengar pendapat tetap berlangsung. Komisi V DPR Ri tetap mendengarkan pemaparan laporan dari Badan SAR Nasional (Basarnas), Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), PT Angkasa Pura 1 (AP1) dan pihak AirAsia.
Dalam rapat, Anggota Komisi V dari Fraksi Golkar, Ridwan Bae menyayangkan rapat kerja pada hari ini, tidak dihadiri menteri mengingat pentingnya pertemuan tersebut. "Harusnya Menteri Perhubungan hadir saat ini," ujar Ridwan saat mengutarakan pendapat terkait apakah dilanjutkan rapat kerja ini atau tidak, di Gedung DPR/MPR, Selasa (13/1).
Ridwan menilai Kemenhub menjadi pihak yang paling bertanggung jawab untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana proses sampai saat ini mengenai kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ridwan, Menteri Jonan terlihat tidak serius dan hanya menambah polemik baru dalam penanganan dan proses evakuasi serta penyelidikan AirAsia QZ8501. "Saya tidak marah dengan menteri, hanya takut memunculkan polemik baru saja," ujar Ridwan menegaskan.
(pit/sip)