"(Kasus) itu sudah ditindaklanjuti Bareskrim tahun 2010. Kami juga sudah diperiksa," kata Budi dalam keterangan pers di kediamannya, Kompleks Polri, Duren Tiga Barat, Jakarta Selatan, Selasa (13/1).
Budi menyebut, seluruh harta yang dia miliki merupakan harta legal yang diperoleh tanpa melanggar hukum. Namun dia menyerahkan kepada publik untuk menilai integritas dan rekam jejaknya di keplisian selama ini.
"Silakan, hak setiap orang menilai. Kami serahkan ke DPR. Kami serahkan ke Yang di Atas," ujar Budi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti semua kami jelaskan besok (Rabu). Kami minta diberi kesempatan untuk ikuti proses di DPR," katanya.
Dugaan rekening gendut Budi mengemuka ketika Pusat Pelaporan dadn Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) melakukan penelusuran terhadap transaksi sejumlah pejabat polisi, termasuk Budi.
Dari hasil penelusuran itu, ditemukan ada indikasi tak wajar dalam rekening Budi Gunawan. Namun Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Ronny Sompie menegaskan, Polri telah menyelidiki laporan PPATK yang disampaikan tahun 2010. Hasilnya, Polri tak menemukan indikasi tindak pidana dalam transaksi Budi.
Budi Gunawan saat ini menjabat Kepala Lembaga Pendidikan Polri. Jenderal bintang tiga itu dikenal dekat dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan pernah menjadi ajudan Megawati pada 2001-2005. Budi juga sempat menduduki jabatan Kapolda Jambi dan Kapolda Bali. (rdk/sip)