Ajakan tersebut diusung sebagai bentuk protes pengangkatan tersangka korupsi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai pimpinan Korps Bhayangkara.
"ICW mengimbau seluruh rakyat untuk mengibarkan bendera setengah tiang sebagai suatu maksud berkabung nasional," ujar Koordinator Divisi Monitoring Hukum dan Peradilan ICW Emerson Yuntho dalam pernyataannya kepada CNN Indonesia akhir pekan lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka mendesak Presiden Jokowi untuk membatalkan pencalonan Budi.
Koalisi Masyarakat Sipil pun juga meminta Jokowi mengembalikan penghargaan antikorupsi 'Bung Hatta Anti Corruption Award' yang pernah diterima Jokowi pada tahun 2010 lalu.
"Figur antikorupsi tidak akan mungkin memberikan penghormatan terhadap pelaku ataupun tersangka korupsi," katanya.
Sebelumnya, Jumat (9/1), Jokowi melayangkan surat pengusulan nama Budi Gunawan sebagai calon tunggal Kapolri ke DPR. Rabu pagi (14/1), Komisi Hukum dan HAM DPR menggelar uji kelayakan dan kepatutan, pada Rabu (14/1). Setelah itu, Budi Gunawan disetujui oleh Komisi Hukum DPR RI secara aklamasi.
Kamis pagi (15/1), DPR pun mengumumkan persetujuannya atas pencalonan Budi melalui rapat paripurna. Namun, pencalonan Budi menuai kontroversi lantaran KPK telah menetapkan Budi sebagai tersangka kasus korupsi penerimaan hadiah, Selasa siang (13/1).
"Sungguh memalukan jika seluruh dunia menyaksikan (calon) Kapolri diperiksa oleh KPK, menjadi terdakwa dan duduk dipesakitan di Pengadilan Tipikor dan meringkuk di penjara sebagai koruptor," kata Emerson. (meg/kid)