"Yang pasti bukan saya," ujar Wiranto saat dikonfirmasi siapa tokoh yang diajukan Hanura kepada Presiden Joko Widodo.
Ia hanya mengatakan, karena jumlah kursi anggota Wantimpres terbatas, partainya kemungkinan akan memperoleh satu kursi saja. "Jumlahnya kan terbatas. Saya kira satu cukup," kata mantan Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia ini, usai menghadiri Musyawarah Nasional Gema Hanura di Kramat Raya, Jakarta, Jumat (16/1).
Sebelum ini, dua tokoh dijagokan mengisi kursi Wantimpres. Mereka adalah Sidarto Danusubroto dan Ginandjar Kartasasmita. Nama Sidarto muncul dari kalangan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, sementara nama Ginandjar disebut langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbeda dengan Sidarto, sosok Ginandjar lebih populer sebagai ekonom. Jabatan strategis di bidang ekonomi pernah disandangnya, antara lain menteri koordinator bidang perekonomian dan kepala badan perencanaan pembangunan nasional. Hingga 19 Januari mendatang, Ginandjar masih menjabat anggota Wantimpres yang dibentuk era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Megawati, Surya Paloh, Wiranto, dan Muhaimin Iskandar berembuk untuk mencari nama-nama yang dianggap layak untuk ditempatkan pada Dewan Pertimbangan Presiden. “Ini (Wantimpres) memang sepenuhnya hak prerogatif Presiden. Kami hanya mengumpulkan nama-nama yang masuk kategori negarawan,” kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di rumah Mega.
(sip)