Meski tak sedikit masyarakat yang dibuat bingung dengan akhir cerita nasib pergantian Kapolri, pengamat politik spesialisasi militer Salim Said menganggap penundaan pelantikan Budi Gunawan setidaknya menenangkan pihak-pihak yang berkepentingan dalam bursa pemimpin Kepolisian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meski keputusan ada di tangan Jokowi, hak prerogratif itu tidak berada di ruang kosong karena ada masyarakat di sana (untuk memantau)," ujar Salim.
"Dalam politik itu wajar jika ada permintaan balas budi. Tuhan saja menciptakan manusia untuk mengabdi kepada-Nya. Apalagi ini seorang Mega," sindir Salim.
Menurut Salim, kecerdasan Jokowi diperlihatkan dengan cara yang santun. Dia berasumsi, ketika Mega "memesan" Budi, Jokowi lantas mempersilakan DPR untuk memproses pencalonannya. Di sisi lain, KPK dijadikan sebagai perpanjangan tangan untuk membuktikan keraguannya.
Salim mengatakan intervensi partai politik terhadap Jokowi akan terus terjadi sepanjang masa pemerintahannya. "Pertanyaannya, sampai kapan Jokowi bisa tetap cerdas menghadapinya?" (sip)