Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto pun mengajak media, Kamis (22/1), mendatangi lokasi pertemuan petinggi PDIP dengan Samad, Februari 2014. Pertemuan tersebut, sebagaimana ditunjukkan oleh Hasto, berlangsung The Capital Residence yang berlokasi di kawasan elite Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta. Apartemen itu memiliki tiga tower.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasto menyayangkan bantahan Samad tersebut. Menurut Hasto, tim sukses Samad juga telah dibentuk untuk mengantar sag Ketua KPK menuju kursi RI 2.
"Pada 19 Mei 2014, sebelum batas akhir pencalonan capres, secara resmi Jusuf Kalla menjadi calon wapres (Jokowi). Itu suatu keputusan politik dengan memperhatikan relaitas politik bahwa PDIP harus meraih 25 persen kursi,” kata Hasto.
Berdasarkan sumber CNN Indonesia di internal Partai NasDem, nama Samad dan Jusuf Kalla saat itu memang menjadi calon kuat untuk mendampingi Jokowi. Namun partai politik Koalisi Indonesia Hebat (KIH) akhirnya memutuskan untuk mencalonkan JK.
Langkah Samad untuk menjadi orang nomor dua di negeri ini pun kandas. Hasto lantas menginformasikan keputusan partai kepada Samad. "Saya cerita dengan Abraham, dan dia katakan ‘Ya, saya tahu. Saya sudah melakukan penyadapan (terhadap pembicaraan PDIP), dan yang menyebabkan saya gagal adalah Saudara BG (Budi Gunawan),’” ujar Hasto menirukan ucapan Samad kala itu. (rdk/agk)