"Support, untuk semua, untuk kebaikan. Ya, saya merasa prihatin dengan peristiwa (kisruh KPK dan Polri) seperti ini, sebagai warga biasa saya merasa terbantu dengan adanya KPK," ujar Iwan di lobi Gedung KPK, Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria kelahiran 1961 silam ini juga merasa gelisah dengan kisruh KPK dan Polri yang memanas kembali hampir sebulan terakhir.
Iwan juga menuturkan keresahannya soal perlindungan aparat penegak hukum.
"Saya membayangkan gimana rakyat biasa. Seorang BW (Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto) saja bisa seperti itu," ujarnya. "Kita lihat saja mudah-mudahan tidak menghilangkan optimisme dan kegembiraan sebagai bangsa."
Ketika disinggung apakah ia juga akan datang ke Mabes Polri, Iwan menyatakan tidak.
"Agak susah kali ya (ke Mabes Polri). Ini kan gampang langsung masuk," katanya.
Perseteruan lembaga antirasuah dan Polri memanas sejak calon Kapolri usulan Presiden, Komjen Budi Gunawan, ditetapkan sebagai tersangka kasus suap dan gratifikasi, pada Selasa (13/1) oleh KPK.
Menyusul peristiwa tersebut, Bambang Widjojanto ditangkap oleh Bareskrim dengan dugaan menyuruh seseorang memberikan keterangan palsu saat Bambang sebagai kuasa hukum, mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK), Jumat (23/1).
Bambang pun ditetapkan sebagai tersangka. Kemudian, Sabtu (24/1) Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja juga dilaporkan ke Mabes Polri dengan dugaan perampokan saham PT Desy Timber di Kalimantan Timur. (kid)