Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ikut angkat bicara soal kisruh KPK-Polri ini. Menurutnya, hak imunitas belum diperlukan, yang penting seluruh warga Negara termasuk pimpinan lembaga negara harus taat pada Undang-Undang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Tidak bisa kasus dibiarkan bergulir tanpa kepastian hukum yang jelas,” ujar Ahok.
Mantan wakil gubernur Jokowi itu juga berpendapat tindakan Presiden yang memilih berdiri di tengah konflik dan tidak memihak pada salah satu lembaga, sudah tepat. (Baca: Jokowi Klaim Hormati Proses Hukum di KPK)
Sebagai pemimpin negara, menurut Ahok, Presiden tidak perlu melakukan intervensi hukum dengan menuruti desakan dari berbagai pihak untuk meminta Polri mengeluarkan Surat Perintah Pemberhentian Penyidikan (SP3) atau menerbitkan hak imunitas untuk pimpinan KPK.
“Orang nuntut suruh mengeluarkan SP3, ya enggak bisa dong, itu berarti intervensi hukum," ujar Ahok.
Terkait dilaporkannya semua pimpinan KPK ke Badan Reserse Kriminal Polri, suami dari Veronica Tan ini berpandangan jika nantinya seluruh pimpinan KPK ditetapkan sebagai tersangka, maka Presiden harus segera mengeluarkan Perppu guna mengisi kekosongan jabatan.
Namun menurut anggota Tim Independen yang dibentuk Presiden untuk mencari solusi atas konflik KPK-Polri, mantan Ketua MK Jimly Asshiddiqie, Perppu bukan solusi utama untuk mengatasi kisruh dua lembaga penegak hukum itu. Menurut Jimly, lebih baik menggunakan hukum tertulis dan etika berimbang untuk pecahkan persoalan. (agk)