APBD ini disahkan dalam rapat paripurna yang dipimpin oleh Ketua DPRD DKI, Prasetyo Edi Marsudi dan dihadiri oleh seluruh wakil ketua DPRD. Dari 106 anggota DPRD, tercatat ada 86 anggota yang hadir. Meski tak dihadiri oleh seluruh anggota, namun rapat paripurna ini dinyatakan tetap memenuhi kuorum.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahok juga menyampaikan pihak Pemprov DKI Jakarta akan memprioritaskan penggunaan anggaran ini untuk pembangunan fisik di wilayah Jakarta. Pembangunan yang dimaksud misalnya pembuatan jalan, tanggul, serta pembebasan lahan.
Sektor pendidikan juga menjadi perhatian lebih. Selain dipakai untuk menyalurkan bantuan lewat Kartu Jakarta Pintar bagi siswa tak mampu, dana APBD juga akan dipakai untuk pembangunan serta perbaikan gedung-gedung sekolah di Jakarta.
"Pendidikan ada sekitar 27 persen," kata Ahok.
Seperti diketahui, pengesahan APBD DKI 2015 sempat tertunda selama beberapa pekan. Malahan, pihak Kementerian Dalam Negeri pada awal Januari lalu juga telah melayangkan surat teguran kepada dua provinsi yang terlambat melakukan persetujuan RAPBD 2015. Kedua provinsi tersebut adalah DKI Jakarta dan Aceh. (obs)