"Hari ini tidak ada hasil. Arus yang tiba-tiba kencang dan jarak pandang yang hanya satu meter menjadi alasannya," kata Supriyadi kepada CNN Indonesia, Selasa (27/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, penyelam dari TNI telah mengangkat kotak hitam (black box) pesawat berupa Flight Data Recorder (FDR) pada Senin (12/1) lalu. Sementara, Cockpit Voice Recorder (CVR) diangkat pada Selasa (13/1) lalu.
"Data awal itu berupa informasi di pesawat, jumlah penumpang, dan informasi lainnya seperti itu," kata investigator Suryanto, seperti dikutip dari Reuters. Namun, data itu tidak mencakup analisis mereka dari kedua kotak hitam.
Para investigator mengatakan mereka belum memulai analisisnya karena masih mengumpulkan data lainnya untuk penyelidikan.
Sementara, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan pesawat ini sempat naik dengan kecepatan tidak wajar di atas batas normal sebelum akhirnya jatuh dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Jonan mengungkapkannya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi V di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa sore (20/1). Akan tetapi, investigator menyatakan belum menemukan bukti adanya kecurangan. (obs)