"Abraham Samad lakukan pertemuan enam kali itu nyata. Itu kami tunggu (aksi) dari Komite Etik KPK. Semboyan KPK kan 'Berani Jujur', tapi pimpinannya tidak jujur," ujar Masinton dalam diskusi bertema '100 Hari Jokowi, Masihkah Menjadi Petugas Partai?' di Jakarta, Kamis (29/01).
Namun, Masinton mengklaim pernyataannya ini tidak bertujuan untuk melemahkan KPK sebagai lembaga antirasuah. Ia mengungkapkan bahwa partainya hanya ingin agar pimpinan KPK dapat bersikap ksatria dalam mengakui kesalahan yang diduga telah diperbuat di masa lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, pada Kamis (22/01) lalu, Hasto menggelar konferensi pers di Rumah Cemara. Ia membenarkan tuduhan seorang blogger Kompasiana yang mengatakan Abraham Samad telah melanggar kode etik pimpinan KPK dengan bertemu pimpinan partai politik untuk membicarakan kemungkinan dirinya menjadi wakil presiden Jokowi.
"Hasto belum kasih bukti-bukti. Jika Hasto dan kawan-kawan punya bukti, tentu kami akan lakukan pemeriksaan. Karena kami menganut zero tolerance terhadap pelanggaran," kata Johan.
Sementara itu, di sisi lain politisi PDIP mengatakan pernyataan Hasto merupakan pernyataan pribadi yang tidak ada sangkut pautnya dengan partai berlambang banteng tersebut. (obs)