"Tidak benar bila dikatakan anggaran BPJS defisit. Kami sudah persiapkan dana cadangan teknis BPJS sebesar Rp 5 triliun hingga Rp 6 triliun," kata Fahmi saat diwawancarai di Gedung BPJS Kesehatan, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis (29/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun, rasio klaim saat ini masih melebihi 100 persen. "Ini selalu simpang siur di masyarakat. Jangan kemudian dipikir bahwa rasio klaim yang sekarang melebihi 100 persen menunjukkan bahwa kami gagal mengendalikan biaya," ujarnya.
Fahmi mengatakan masalah rasio klaim yang tinggi akan terus dihadapi pada tahun 2015 bila tidak segera dikendalikan. Oleh karena itu, pihaknya telah memberikan dua opsi kepada pemerintah. Pertama, diintervensi dengan dana yang ditalangi pemerintah. Kedua, peningkatan iuran.
"Akhirnya, pemerintah memutuskan intervensi dengan dana talangan. Nanti, tahun depan baru dihitung peningkatan iuran," katanya. Namun, Fahmi belum dapat menyebutkan berapa jumlah dana tersebut.
"Sedang dibahas Kementerian Keuangan dan DPR. Prediksi kami paling tidak Rp 6 triliun," katanya.
Adapun, di tahun 2015 BPJS menargetkan rasio klaim sebesar 98,5 persen. Sementara, iuran yang terkoleksi ditargetkan sebesar 95,1 persen dengan penambahan rekrutmen peserta dari sektor Pekerja Penerima Upah sebanyak 29,1 juta jiwa. (meg/sip)