Saksi tersebut bernama Supriansyah. Ia mengaku sudah kenal lama dengan Abraham saat masih sama-sama jadi aktivis antikorupsi di Makassar, Sulawesi Selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di dalam, setelah meminta izin, Samad mengatakan kepada Supri bahwa temannya sudah menunggu di bawah. Supriansyah kemudian menjemput orang yang disebut Samad sebagai temannya itu.
Selain Hasto, menurutnya, di sana ada juga teman-temannya yang lain. Supri mengaku tidak mengenal siapa saja mereka. Namun setelah melihat televisi usai pertemuan itu, ia tahu salah satu yang bersama Hasto adalah Tjahjo Kumolo.
"Saya baru tahu, dia ternyata Tjahjo," katanya.
Supri mengaku tidak tahu menahu soal isi pertemuan antara orang yang diduga Ketua KPK dan politisi PDIP itu. Dia juga mengaku tidak berpartisipasi dalam pertemuan tersebut. Belakangan setelah kasus ini ramai, ia dipanggil polisi untuk diperiksa.
Supri mengakun sudah menempati unit apartemen tersebut sejak 2003. Ia mengaku sudah mengenal Abraham sejak lama, bahkan mengenalnya dekat sehingga menginzinkan apartemen miliknya dipakai.
Sebelumnya, Abraham Samad dilaporkan oleh Direktur Eksekutif KPK Watch Muhammad usuf Sahide ke polisi. Lembaga swadaya masyarakat itu melakukan pelaporan berdasar artikel "Rumah Kaca Abraham Samad" yang ditulis dalam sebuah blog pribadi.
Samad diduga melakukan pertemuan dengan petinggi PDIP tersebut dan menjanjikan bantuan hukum dalam perkara Emir Moeis. Dalam kasus ini, Samad dituduh akan membantu meringankan hukuman Emir Moeis.
Tulisan dalam artikel itu kemudian dibenarkan oleh Plt Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Saat memberi keterangan, Hasti bahkan memboyong puluhan jurnalis ke apartemen Capital Residence di mana ia mengaku bertemu Samad. (sur/sip)