“Saya tidak terlalu khawatir Jokowi akan ngambek dan mengambil keputusan strategis (untuk keluar partai) seperti itu. Misalkan beliau sampai keluar, menurut saya beliau terlalu cengeng,” kata Budiman di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/2).
Kabar soal ketegangan antara Jokowi dan PDIP menguat pasca pertemuan Jokowi dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto yang notabene merupakan rivalnya selama Pemilu 2014. (Baca: Jokowi Berinisiatif Temui Prabowo di Tengah Tekanan)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Malam hari usai bertemu Jokowi, Prabowo langsung menggelar pertemuan dengan Presidium Koalisi Merah Putih di Bakrie Tower. Dalam pertemuan itu disepakati KMP akan mendukung keputusan apapun yang diambil Jokowi berkenaan dengan Budi Gunawan dan kisruh KPK-Polri.
Selain dengan Prabowo, Jokowi juga sempat bertemu dengan presiden ketiga RI BJ Habibie.
Oleh sebab itu Budiman berpendapat perkara Budi Gunawan benar-benar mencairkan ketegangan di antara pemerintah dengan partai-partai yang berada di luar pemerintah. “Saya tidak pernah menyangka ketegangan politik yang terjadi sebelumnya selesai dengan cara yang tidak kita sangka-sangka,” ujarnya.
Seluruh masukan dan kritik yang diterima Jokowi diyakini Budiman akan disampaikan ke internal PDIP.
Saran agar Jokowi keluar dari PDIP dikemukakan pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio. Ketimbang PDIP membuat Jokowi tak nyaman dalam menjalankan tugas-tugas kepresidenan, kata kata, keluar saja dari partai supaya bisa fokus bekerja. (agk)