Nila menegaskan, stunting merupakan salah satu ancaman serius terhadap pembangunan kesehatan, khususnya pada kualitas generasi mendatang.
Sebuah laporan berjudul Improving Child Nutrition: The achievable imperative for global progress (Meningkatkan Gizi Anak: Pencapaian global imperatif untuk kemajuan) menyibak bahwa kunci keberhasilan dalam melawan stunting adalah dengan memfokuskan perhatian pada kehamilan dan dua tahun pertama kehidupan seorang anak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
WHO menyebut, persentase tersebut termasuk kategori berat. Menurut situs UNICEF, stunting, atau terhambatnya pertumbuhan, bukan hanya menyebabkan balita menjadi lebih pendek dari pada usianya - tapi hal ini juga bisa berarti anak tersebut menderita pengembangan terhambat dari otak dan kapasitas kognitif.
Lebih lanjut, dia mengatakan prihatin atas banyaknya ibu yang berusia terlampau muda. "Hal itu membuat mereka tidak siap baik secara fisik maupun mental," kata Nila. (meg)