Sebelum merealisasikan target tersebut, Menteri Kesehatan Nila Farid Moelok menyatakan kementeriannya akan melakukan penguatan pelayanan kesehatan primer, yang menjadi fokus kebijakan selama lima tahun ke depan.
"Tujuan adanya program ini adalah agar terwujud layanan kesehatan primer yang bisa dinikmati semua lapisan masyarakat. Implementasinya nanti ada di tingkat kabupaten," kata Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek, di Gedung Kemenkes, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (3/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nila menambahkan, melalui program ini nantinya akan dikirimkan tim tenaga medis yang minimal terdiri dari dokter, bidan, dan pemerhati kesehatan ke puluhan kabupaten itu. Adapun, kabupaten di daerah tertinggal yang menjadi prioritas program ini.
Seluruh peserta terpilih akan diberikan pelatihan medis dan nonmedis yang mencakup pelatihan kepemimpinan, manajerial, dan komunikasi. Mereka juga diberikan pemahaman terhadap budaya-budaya lokal.
Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan Akmal Taher menyatakan ada 149 kabupaten di daerah tertinggal, perbatasan dan kepulauan. Dari 149 kabupaten tersebut, ada 3.525 Puskesmas. Sementara, Puskesmas yang berbatasan langsung dengan negara tetangga atau pulau terluar berjumlah 124 Puskesmas.
Dia mengatakan, daerah tersebut akan menjadi prioritas Kemenkes dalam penempatan tenaga medis. "Kalau program Pegawai Tidak Tetap (PTT), daerah-daerah itu dulu yang dikasih," kata Akmal.
Berbeda dengan PTT yang hanya mengirimkan satu sampai dua orang tenaga medis, program ini mengirimkan tim dengan jumlah orang lebih banyak. Dengan begitu, diharapkan kinerja mereka di daerah terpencil akan lebih optimal.
Menurut Akmal, tenaga medis yang ditempatkan di daerah terpencil perlu mendapatkan insentif lebih. "Di Thailand, sebanyak 60 persen mahasiswa mau kerja di Pelayanan Kesehatan Primer di daerah terpencil. Karena semua ada insentif, termasuk pendidikan dan tempat kerja. Kita mau seperti itu sekarang. Itu jalan keluarnya sekarang," kata Akmal. (meg)