"Salah satu keinginan kami, orangtua bisa punya posisi yang kuat di hadapan sekolah. Kami mau memberdayakan orangtua. Orang tua punya pengetahuan dan pengalaman. Kedua hal itu dikombinasikan menjadi informasi yang dipakai para orangtua," kata Anies saat ditemui di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (4/2).
Dia menjelaskan, direktorat itu pun tidak akan bekerja sendirian, melainkan lintas sektor. "Kami mau kolaborasi lintas sektor. Ada Kementerian Kesehatan, ada Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Bahkan ada Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK)," ujarnya.
Lebih lanjut, Anies mengatakan orangtua akan diminta lebih aktif berperan serta. "Jadi direktorat ini bukan melakukan pendidikan orangtua seperti sekolah orangtua. Justru jadi hub, yang sudah dikerjakan orangtua, kita sebarkan lewat institusi kita," katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun, dia mengatakan, kementeriannya masih mencari nama yang tepat untuk direktorat yang selama ini kerap disebut Keayahbundaan. "Kami lagi cari nama paling pas. Kami terbuka. Intinya adalah pendidikan untuk memperkuat orangtua," kata Anies. (meg)