“Dari mana? Kapolri yang dipanggil, saya kan tidak ada hubungannya kecuali menemani pelaksana tugas,” kata Budi Waseso seusai upacara kenaikan pangkatnya di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Kamis (5/2).
Disinggung kenaikan pangkatnya hari ini terkait akan menjadi calon Kapolri, Budi menjawab diplomatis. “Semua bisa, tapi saya berkonsentrasi pada pekerjaan saya sebagai Kabareskrim. Karena lagi pula baru hari ini saya resmi memiliki pangkat sebagai komisaris jenderal,” kata Budi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sehari sebelum kenaikan pangkat Budi, Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto menyebutkan calon-calon Kapolri yang kemungkinan bakal menggantikan Komjen Budi Gunawan sudah siap tersedia di Kompolnas.
Opsi pertama berisi sembilan nama jenderal bintang tiga yang direkomendasikan menjadi Kapolri dan opsi kedua berisi empat nama. Empat nama dalam opsi kedua juga masuk dalam opsi pertama. Mereka adalah Budi Gunawan, Komjen Dwi Priyatno, Suhardi Alius, dan Komjen Putut Bayuseno. Adapun dengan naik pangkatnya Budi Waseso hari ini membuka peluang sebagai jalan untuk menjadi kandidat calon Kapolri.
Pekan lalu, Kompolnas telah memberi rekomendasi tiga nama jenderal untuk dipilih sebagai orang nomor satu di Polri jika Presiden nanti tidak melantik Budi Gunawan karena berstatus tersangka. Tiga nama jenderal itu yakni Badrodin Haiti, Dwi Priyatno, dan Putut Bayuseno.
(obs/obs)