Razman mempertanyakan pernyataan Buya tersebut. Menurutnya, sebagai Ketua Tim 9, pernyataan Buya itu sudah melenceng dari kedudukannya sebagai ketua tim independen bentukan presiden.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Razman mengungkapkan dirinya tidak menyerang secara pribadi. Ia menduga Buya kecewa karena nama Suhardi Alius tidak menjadi kandidat calon Kapolri yang diajukan oleh Kompolnas.
Sebelumnya Buya Maarif mengatakan pada media jika nama Suhardi Alius layak untuk masuk dalam bursa calon Kapolri. Selain nama Sekretaris Utama Lemhanas itu, nama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Komisaris Jenderal Saud Usman Nasution juga dianggap layak menjadi Kapolri.
Nama Suhardi sebenarnya sempat masuk kandidat yang direkomendasikan Kompolnas. Namun namanya tereleminasi karena Kompolnas menganggap Suhardi masih terlalu muda, angkatan 1985. Sementara empat nama lain masih berkisar di angkatan 1982 hingga 1984.
Saat ini ada empat kadidat kuat untuk direkomendasiklan pada presiden. Keempatnya adalah perwira tinggi Polri yakni Komisaris Jenderal Badrodin Haiti, Komisaris Jenderal Budi Waseso, Komisaris Jenderal Dwi Priyatno, dan Komisaris Jenderal Putut Bayuseno. (sur/sip)