Humas PMI Dody Yanis mengatakan evakuasi untuk wilayah Jakarta Pusat baru dilakukan pada warga Johar baru. "Kami juga mendistribusikan 100 nasi kotak untuk Kecamatan Johar Baru," kata Dody kepada CNN Indonesia, di Kantor PMI DKI Jakarta, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (10/2).
Sementara itu, untuk wilayah Jakarta Utara, evakuasi dilakukan di wilayah Kelapa Gading sampai Yos Sudarso dengan menggunakan truk offroad, Unimox. Untuk wilayah Jakarta Selatan, yang paling minim terimbas banjir, PMI menurunkan tim evakuasi tanah longsor dan banjir di Jalan Damai Jagakarsa RT 04 Kelurahan Jagakarsa, Kecamatan Jagakarsa. "Dibandingkan daerah Jakarta lainnya, Jaksel cukup aman dan banjirnya tidak lebih parah dibanding wilayah lainnya," kata Dody.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami juga distribusi enam ribu bungkus roti untuk wilayah Kelurahan Cawing, Kampung Melayu, dan Cakung," ujar Dody.
Untuk wilayah Jakarta Barat, belum ada rencana evakuasi dari PMI. "Wilayah Jakbar cukup aman. Namun kami sudah menyediakan perahu karet untuk antisipasi bila harus mengevakuasi warga," ujar Dody.
Dody menjelaskan sejauh ini permintaan bantuan dari wilayah yang terkena banjir sudah diterima pihak PMI. Misalnya, kelurahan dari wilayah Jakarta Timur yang meminta bantuan makanan. "Kami sudah menyalurkan bantuan berupa sepuluh dus mie instan dan 20 tikar. Untuk sarapan hari ini, PMI Jaktim juga sudah menyediakan enam ribu bungkus roti manis ke beberapa kelurahan," kata Dody.
Dia mengatakan sejauh ini semua permintaan dari posko banjir masih dapat terpenuhi oleh PMI dan kondisinya masih cenderung aman.
Sejauh ini, berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta jumlah pengungsi di DKI Jakarta akibat banjir mencapai 5.986 jiwa, tersebar di 14 titik lokasi pengungsian. Sementara itu, jumlah warga yang terimbas dampak banjir mencapai 15.517 tersebar di 307 RW, 97 kelurahan dan 33 kecamatan. (utd)