Menurut pantauan CNN Indonesia, ratusan petugas kepolisian yang tergabung dari satuan Kepolisian Resor Jakarta Selatan dan juga Mabes Polri berjaga-jaga. Tampak juga dua mobil barracuda dan water cannon disiapkan di halaman depan kantor pengadilan.
Salah satu petugas kepolisian mengatakan penjagaan yang diperketat ini merupakan hal yang biasa dan sesuai prosedur pengamanan. Ketika dikonfirmasi apakah pengamanan ini berkaitan dengan ancaman teror yang diklaim diterima oleh beberapa penyidik dan Biro Hukum KPK yang mengikuti persidangan praperadilan Budi Gunawan, Kepala Polisi Resor Jakarta Selatan Komisaris Besar Wahyu Hadiningrat membantahnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menurut kami, stadium ancaman sangat eskalatif karena bisa menyangkut nyawa. Ancaman yang serius itu bukan hanya menimpa staf dan karyawan, tapi sudah melebar ke keluarga," ujar Bambang di Kantor KPK, Jakarta Rabu malam (11/2).
KPK telah menyampaikan soal teror tersebut kepada Presiden Joko Widodo. Sang kepala negara, menurut Bambang, berjanji bakal mengambil langkah lebih tegas untuk meminimalisasi ketegangan yang merundung lembaga antikorupsi itu.
KPK juga telah menjalin komunikasi dengan kepolisian untuk menurunkan tensi ketegangan di antara kedua lembaga penegak hukum. Diwakili Komisioner KPK Zulkarnain dan Adnan Pandu Praja, Wakapolri Komjen Badrodin Haiti memastikan bakal turut mengamankan ketegangan.
Selain pihak KPK, hakim Sarpin Rizaldi juga dikabarkan mendapatkan teror ancaman. Pada Rabu (11/2), Komisi Yudisial (KY) berkomitmen akan meminta bantuan satuan tugas khusus untuk mengamankan Hakim Sarpin.
"Yang menjadi concern KY, mengamankan Hakim Sarpin Rizaldi dari sekarang sampai putusan dijatuhkan agar hasil putusan tidak terpengaruh teror dan tekanan," ujar Komisioner KY Imam Anshori Saleh saat jumpa pers di kantornya, Jakarta, Rabu (11/12).
Berdasarkan laporan yang diterima pihaknya, Hakim Sarpin banyak mendapat isu teror yang secara psikologis dapat mengganggu. "Tidak hanya pernyataan, kami akan minta satuan tugas khusus tapi kami tidak bisa menyebutkan lembaganya, untuk mengawal dia dan keluarganya. Rumahnya juga dijaga," ucap Imam. (utd)