Ketiganya menurut Haris adalah Irwasum Polri Komisaris Jenderal Dwi Priyatno, Kabaharkam Komisaris Jenderal Putut Bayu Seno, dan Sekretaris Utama Lemhanas Komisaris Jenderal Suhardi Alius.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Suhardi Alius sebelum di Lemhannas adalah Kabareskrim Polri. Ia pernah menjadi Kepala Divisi Humas Polri sebelum menjadi Kapolda Jawa Barat. Meski lulus Akpol 1985, Suhardi sudah menyandang tiga bintang. Ia adalah perwira pertama di angkatannya yang berhasil meraih pangkat komisaris jenderal.
Mutasi jabatan itu seiring dengan pemberhentian dengan hormat Jenderal Sutarman sebagai Kapolri. Sempat dicoret dari daftar kandidat calon Kapolri, nama Suhardi kembali muncul.
Nama terkahir yang menurut Haris cukup layak jadi Kapolri adalah Putut Bayu Seno. Namun Haris ragu Putut bakal ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo. Pasalnya Putut dikenal dekat dengan Susilo Bambang Yudhoyono. Putut pernah menjadi ajudan Presiden RI keenam itu. Putut pernah tiga kali menjadi Kapolda yakni Kapolda Banten, Jawa Barat dan Metro Jaya.
"Putut oke tapi dia dekat dengan SBY, rezim yang sekarang menjadi oposisi," kata Haris.
Penunjukan salah satu dari ketiganya untuk mengikuti ujin kepatutan dan kelayakan di DPR dinilai Haris cukup baik dibandingkan jika presiden memilih calon kandidat yang lain.
Selain tiga nama tersebut kandidat calon Kapolri yang direkomendasikan Komisi Kepolisian Nasional adalah Wakapolri Komisaris Jenderal Badrodin Haiti, Kabareskrim Komisaris Jenderal Budi Waseso dan Kepala BNN Komisaris Jenderal Anang Iskandar. (sur/agk)